BANDUNGPRAKASA. COM. Pengurus Bhayangkari Ranting Kertasari turut berpartisipasi dalam kegiatan pemecahan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pembuatan Eco Enzim Serentak Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kantor Polsek Kertasari. Kegiatan ini digelar secara virtual dan diikuti oleh seluruh Bhayangkari se-Indonesia sebagai rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73.kegiatan dilaksanakan pada hari Jum’at 28-11-2025 jam 08.00 Wib s.d selesai.

Ketua Bhayangkari Ranting Kertasari Ny. Yulia Fajar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat eco enzim. Pembuatan eco enzim ini dilakukan sebagai upaya menciptakan solusi alami yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Proses pembuatan dilakukan dengan memanfaatkan limbah kulit buah dan sisa sayur-sayuran yang biasa terbuang di rumah tangga kemudian dicampurkan dengan gula merah dan air bersih sehingga dapat difermentasikan menjadi eco enzim yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Kertasari Iptu Fajar Sodik S.H. dan disampaikan oleh Humas Polsek Kertasari Aipda Irawan mengapresiasi langkah Bhayangkari Ranting Kertasari dalam mendukung program nasional berbasis lingkungan tersebut. Disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap pelestarian lingkungan di wilayah pegunungan yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan sumber daya alam sehingga sangat tepat menerapkan pemanfaatan eco enzim sebagai inovasi ramah lingkungan.
Kegiatan berjalan aman, lancar, dan penuh antusias mulai dari proses pembuatan hingga pengarahan manfaat eco enzim untuk kehidupan sehari-hari baik di rumah tangga maupun lingkungan masyarakat. Eco enzim dapat digunakan sebagai cairan pembersih yang mampu menghilangkan bau tak sedap, mengusir serangga, menyegarkan udara, serta aman digunakan untuk mencuci piring dan pakaian. Dari sisi lingkungan, cairan hasil fermentasi ini mampu mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang sehingga dapat mengurangi pencemaran dan membantu memperbaiki kualitas air di lingkungan. Di bidang pertanian yang menjadi mata pencaharian mayoritas masyarakat Kertasari, eco enzim dapat berfungsi sebagai pupuk cair organik yang membantu penyuburan tanaman, mendorong pertumbuhan akar, dan mengendalikan hama secara alami tanpa ketergantungan bahan kimia. Kertasari sebagai daerah pegunungan dengan potensi alam yang masih terjaga menjadikan pemanfaatan eco enzim sangat sesuai dan mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat, asri, dan berkelanjutan. Selain itu, sebagian anggota Bhayangkari Ranting Kertasari juga aktif terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah organik sehingga menjadi contoh positif yang dapat memotivasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan peduli lingkungan.






