Sambangi Tokoh Seni Benjang, Bhabinkamtibmas Desa Ciporeat Dukung Pelestarian Budaya Lokal

BANDUNGPRAKASA. COM. Cilengkrang – Upaya memelihara keamanan dan ketertiban ternyata bisa berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Hal itu terlihat saat Bhabinkamtibmas Desa Ciporeat, Polsek Cileunyi, Polresta Bandung Aiptu Usep Jeni, S.Sos, menyambangi salah satu tokoh seni Benjang, Abah Agan, di Kampung Pamulihan RT 02 RW 03, Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Rabu (3/12/2025)

Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain sebagai bentuk silaturahmi, Aiptu Usep juga menunjukkan dukungan penuh terhadap kelestarian seni tradisional Benjang yang menjadi kebanggaan masyarakat Sunda.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, Aiptu Usep berdiskusi dengan Abah Agan mengenai perkembangan seni Benjang di wilayah Ciporeat. Seni bela diri tradisional khas Jawa Barat ini masih dilestarikan oleh sejumlah kelompok seni setempat, namun tantangan zaman membuat keberadaannya perlu terus dijaga.

“Kami ingin memastikan bahwa tradisi dan seni budaya seperti Benjang tetap hidup di tengah masyarakat. Budaya adalah identitas, dan kami sebagai Bhabinkamtibmas juga berkewajiban mendukung kegiatan positif masyarakat,” ujar Aiptu Usep.

Abah Agan, sebagai tokoh yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam kesenian Benjang, mengaku sangat senang atas perhatian dan dukungan dari pihak kepolisian.

“Kehadiran pak Bhabin membuat kami merasa dihargai. Seni Benjang bukan hanya hiburan, tapi warisan leluhur yang harus dijaga bersama,” tuturnya.

Selain membahas budaya, pertemuan tersebut juga menjadi ajang membangun komunikasi seputar kondisi keamanan lingkungan. Melalui pendekatan kearifan lokal, Aiptu Usep berharap hubungan polisi dan tokoh masyarakat semakin erat sehingga informasi kamtibmas dapat tersampaikan dengan baik.

“Ketika tokoh seni, tokoh masyarakat, dan warga bergerak bersama, lingkungan akan lebih mudah dijaga dari potensi gangguan keamanan. Pendekatan budaya adalah salah satu cara efektif membangun kedekatan,” tambahnya.

Aiptu Usep juga mengajak seluruh masyarakat Desa Ciporeat untuk terus aktif menjaga lingkungan, melaporkan bila ada aktivitas mencurigakan, serta tetap guyub dalam kegiatan sosial maupun budaya yang positif.

Kegiatan sambang dan silaturahmi seperti ini merupakan bagian dari rutinitas Bhabinkamtibmas dalam membangun kepercayaan publik. Polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelestarian budaya.

Menurut Aiptu Usep, seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.

“Budaya membuat masyarakat lebih kompak. Kalau warganya kompak, keamanan lingkungan pun lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Terkait kegiatan tersebut, Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR, melalui Kapolsek Cileunyi Akp Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K., memberikan apresiasi atas peran aktif anggotanya.

Kapolsek menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui budaya merupakan bagian penting dalam membangun kamtibmas di tengah masyarakat.

“Kami mendorong seluruh personel agar terus menjalin kedekatan dengan tokoh seni, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Pelestarian budaya adalah bagian dari identitas bangsa, dan dukungan kepolisian sangat diperlukan. Ini sekaligus langkah preventif untuk menjaga wilayah tetap kondusif,” pungkas Kapolsek Cileunyi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *