BANDUNGPRAKASA.COM.BOJONGSOANG, KABUPATEN BANDUNG – Konsistensi dalam menjaga keamanan wilayah hingga ke tingkat rukun tetangga terus ditingkatkan oleh Polsek Bojongsoang. Pada Senin pagi (12/01/2026), Bhabinkamtibmas Desa Bojongsari, Aipda Ariyanto, melaksanakan kegiatan sambang kamtibmas dengan menemui warga di wilayah Cijeruk RT 05 RW 08, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, S.I.P., agar personel Bhabinkamtibmas selalu hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, mencatat, dan mencari solusi atas permasalahan yang ada di lingkungan warga.
Dialog Humanis dan Deteksi Dini
Dalam kunjungannya, Aipda Ariyanto melakukan dialog secara santai dan humanis dengan tokoh masyarakat serta warga setempat. Fokus utama dalam sambang kali ini adalah memperkuat sinergitas warga dalam menjaga lingkungan dari potensi tindak kriminalitas, seperti pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
“Kami mengedepankan upaya preventif. Dengan duduk bersama warga seperti ini, kita bisa mendeteksi dini setiap potensi gangguan keamanan. Kami juga mengingatkan warga untuk kembali mengaktifkan siskamling sebagai benteng pertama keamanan lingkungan,” ujar Aipda Ariyanto.
Pesan Kapolsek Bojongsoang
Kapolsek Bojongsoang, Kompol Undi Kurnia, S.I.P., menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak kepolisian dalam menciptakan kondusivitas wilayah.
“Sambang kamtibmas adalah cara terbaik untuk membangun kepercayaan masyarakat. Saya selalu menekankan kepada anggota agar tidak hanya sekadar patroli, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi. Jika masyarakat dan polisi sudah bersinergi, maka ruang gerak pelaku kejahatan akan tertutup,” tegas Kompol Undi Kurnia.
Warga Cijeruk Sambut Positif
Ketua RT 05 RW 08 Cijeruk menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bhabinkamtibmas yang rutin menyambangi wilayah mereka. Kehadiran polisi di tengah pemukiman dinilai memberikan rasa aman dan nyaman, terutama dalam mengantisipasi isu-isu negatif atau berita bohong (hoax) yang dapat memecah belah warga.
Kegiatan sambang ini diakhiri dengan pembagian nomor kontak layanan kepolisian kepada warga guna mempercepat respon jika terjadi hal-hal yang memerlukan penanganan darurat.






