BANDUNGPRAKASA.COM.Cilengkrang – Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terus digencarkan jajaran Polsek Cileunyi, Polresta Bandung, melalui pendekatan humanis dan dialog langsung dengan masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Ciporeat, Polsek Cileunyi, Aiptu Usep Jeni, S.Sos, yang menyempatkan diri duduk dan ngobrol santai bersama tokoh masyarakat setempat, Abah Odang, di Kampung Cipatat RT 03/05, Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Selasa (20/1/2026)
Dengan suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut berlangsung tanpa jarak antara aparat kepolisian dan warga. Duduk bersama di lingkungan kampung, Aiptu Usep Jeni memanfaatkan momen tersebut untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Dalam dialog santai itu, Aiptu Usep Jeni mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap modus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang belakangan semakin beragam. Ia menjelaskan bahwa pelaku TPPO kerap menyasar masyarakat dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar, baik di dalam maupun luar negeri, namun berujung pada eksploitasi dan kerugian bagi korban.
“Modusnya sekarang makin halus, bisa lewat ajakan kerja, tawaran usaha, bahkan melalui media sosial. Karena itu kami mengajak para tokoh masyarakat untuk ikut mengingatkan warga agar tidak mudah percaya dengan tawaran yang tidak jelas,” ujar Aiptu Usep Jeni.
Ia juga menekankan peran strategis tokoh masyarakat seperti Abah Odang dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada warga. Menurutnya, pesan yang disampaikan oleh tokoh yang dihormati di lingkungan kampung akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.
Selain membahas TPPO, Aiptu Usep Jeni juga menyerap berbagai masukan dan informasi dari tokoh masyarakat terkait kondisi keamanan lingkungan. Diskusi tersebut menjadi sarana tukar informasi dua arah, sehingga kepolisian dapat lebih memahami potensi permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
Abah Odang sendiri menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke kampung dan berdialog secara santai. Ia mengapresiasi pendekatan humanis tersebut dan menyatakan siap membantu menyampaikan pesan kewaspadaan TPPO kepada warga sekitar.
“Kami merasa senang dan dihargai. Dengan ngobrol santai seperti ini, masyarakat jadi lebih terbuka dan tidak sungkan menyampaikan keluhan atau informasi,” ujar Abah Odang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Cileunyi untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan edukasi. Melalui komunikasi yang intens dan berkelanjutan, diharapkan potensi tindak kriminal, termasuk TPPO, dapat dicegah sejak dini.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR, melalui Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K., menyampaikan bahwa peran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri.
“Pendekatan dialogis dan humanis seperti ini menjadi kunci dalam menjaga kamtibmas. Kami mendorong seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan warga guna mencegah berbagai bentuk kejahatan, termasuk TPPO,” ujar Kapolsek Cileunyi.
Kapolsek menambahkan, sinergi antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan warga merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Dengan keterlibatan semua pihak, potensi kejahatan dapat ditekan dan masyarakat dapat merasa lebih terlindungi.
Sebagai penutup, Kapolsek Cileunyi mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi atau dugaan praktik TPPO di lingkungannya. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting untuk memutus mata rantai kejahatan perdagangan orang sejak dini.






